Saturday, August 9, 2014

Sejatinya, mengantuk adalah salah satu panggilan alarm alamiah tubuh ketika tubuh meminta haknya untuk beristirahat. Namun beda keadaannya jika ditemukan kondisi selalu mengantuk setiap setelah makan. Karena kerap kali keadaan tersebut justru menghambat aktivitas sehari-hari. 

Walau terdapat satu teori yang menyebutkan kondisi mengantuk setiap habis makan adalah dilatarbelakangi oleh kurangnya pasokan oksigen ke otak karena tersitanya oksigen kepada proses pencernaan (semakin banyak yang dicerna / dimakan, semakin banyak kebutuhan oksigen), masih terdapat pendapat yang mengungkapkan keadaan mengantuk setelah makan adalah indikasi dari kekurangan beberapa zat dari kandungan enzim pada makanan atau kondisi kadar gula darah pada tubuh.

Seperti dikutip dari Helium dan Steadyhealth, ada tiga alasan yang menyebabkan seseorang mengantuk setelah makan, yaitu:

1. Kekurangan enzim
Enzim bisa diibaratkan sebagai pekerja dalam tubuh, seperti rumah yang tidak akan bisa dibangun tanpa adanya pekerja meskipun bahan-bahannya sudah lengkap. Enzim memecah makanan yang dikonsumsi menjadi unit-unit yang lebih kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh. Selain itu enzim juga bisa berfungsi sebagai katalis untuk membuat sesuatu bisa terjadi.

Terdapat tiga jenis  enzim yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna makanan yaitu, enzim pencernaan yang disekresikan oleh kelenjar ludah, perut, pankreas, sel-sel endokrin dan juga usus kecil. Kedua, enzim yang ditemukan pada seluruh makanan mentah yang dikonsumsi. Ketiga, enzim metabolik yang bergungsi sebagai katalis, memproduksi energi, membuang kotoran dan detoksifikasi racun.

Saat sedang makan, enzim tubuh bekerja sangat keras agar dapat mencerna semua makanan yang masuk. Karena terlalu keras bekerja, tubuh merasa lelah dan seharusnya saat lelah makanan yang dimakan bisa memberi energi.

Tapi bagi orang yang kekurangan enzim, makanan yang dimakan tidak bisa jadi energi karena adanya gangguan penyerapan zat gizi. Akibatnya saat enzim lelah, tidak ada asupan energi sehingga membuat seseorang menjadi mengantuk.

2. Penggabungan makanan 
Food combining, adalah penggabungan makanan agar makanan dapat digunakan oleh tubuh sebagai nutrisi. Usaha menggabungkan protein dengan sayuran non-pati (sayuran berwarna hijau), menggabungkan karbohidrat dengan sayuran, biji-bijian, mengkonsumsi buah saja atau mengkonsumsi 60-80 persen makanan mentah atau dikukus. Penggabungan makanan atau mengkonsumsi jus sayuran ini bisa membuat seseorang merasa kurang mengantuk dan menambah lebih banyak energi.

3. Pengaruh salah satu neuron
Alasan seseorang mengantuk setelah makan adalah neuron orexin. Neuron ini berada di hipotalamus yang merupakan bagian dari otak yang mengatur banyak proses serta hampir semua hormon.
Ketika kadar gula darah meningkat, hal ini mengakibatkan kerja neuron orexin dihambat. Akibatnya, seseorang akan merasa mengantuk karena kinerja neuron orexin yang bertanggung jawab untuk mengontrol seseorang agar tetap terjaga dihambat.

Agar rasa kantuk sesudah makan hilang dan tetap fit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan;
1. Jangan lewatkan sarapan pagi. Tanpa sarapan, tubuh memiliki energi untuk beraktivitas sampai siang.
2. Hindari makanan yang mengandung gula cukup tinggi seperti tart, coklat. Karena makanan yang berkalori cukup tinggi akan menimbulkan rasa kenyang.
3. Khusus untuk makan siang pilihlah porsi sedang, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit.
4. Sambil menanti waktu makan malam, bisa makan cemilan atau mengunyah permen yang berfungsi mencegah penurunan kadar gula darah dalam tubuh. Tidak perlu ngemil banyak, asalkan perut tetap dalam kondisi terisi (bukan penuh).
 

obat asam uratResep sederhana dalam meraih kondisi tubuh yang sehat nan prima adalah makan secukupnya dan olahraga secukupnya. Namun yang umumnya terjadi adalah salah satu faktor tersebut tidak saling melengkapi. Oleh karenanya, bermunculanlah beraneka penyakit degeneratif yang membawa berbagai potensi ancaman bagi kesehatan tubuh manusia.

Meninjau keunikan metabolisme tubuh manusia satu sama lainnya, makin beragam pula risiko yang muncul. Ada beberapa tubuh yang rentan akan gejala hipertensi, ada pula yang mudah terancam akan tingginya kolesterol dalam darah yang dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner salah satunya.

Obat Asam Urat: Diet Rendah Garam

Bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) ataupun penyakit ginjal, kondisi tubuh penderita membutuhkan makanan dengan kandungan garam yang sedikit.

Pengurangan penggunaan garam yang dimaksud bukanlah dilaksanakan pada semua jenis garam, namun pengurangan yang ada lebih kepada maksud pembatasan jumlah garam / natrium klorida (NaCl) dalam makanan disamping penyedap masakan (monosodium glutamat = MSG), serta sodium karbonat. Dimana sangat dianjurkan pada pelaku diet ini untuk mengonsumsi garam dapur (garam yang mengandung iodium) tidak lebih daripada 6 gram per hari atau setara dengan satu sendok teh.

Tujuan dari diet ini adalah untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi serta membantu menghilangkan penimbunan garam atau air dalam jaringan tubuh.
 
Cukup mudah untuk menjalani diet ini, cukup menyesuaikan dengan penyakit yang diderita, membatasi konsumsi kalori, protein serta mineral, serta menyesuaikan garam natrium yang dibutuhkan tubuh.
Untuk memudahkan diet ini cobalah untuk :
  1. Tidak meletakkan garam di atas meja makan
  2. Pilihlah sayuran yang segar. Makanan yang terdapat di kemasan kaleng banyak mengandung garam. Jika pun mau tidak mau harus mengonsumsi sayuran kaleng maka cuci bersih sayuran dengan air sebelum dikonsumsi untuk mengurangi kandungan garam yang melekat di sayuran tersebut.
  3. Pilihlah buah yang segar, karena umumnya buah-buah yang segar memiliki kandungan rendah natrium namun kaya akan kandungan kalium
  4. Menambahkan rasa di makanan dengan bumbu atau rempah lainnya seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, salam, gula, atau cuka selain garam.
  5. Untuk makanan camilan pilihlah kacang, biskuit, dan makanan camilan lainnya yang tidak mengandung banyak garam.
  6. Hindarilah penggunaan saus tomat, terasi, petis, MSG, tauco pada makanan yang akan Anda konsumsi.
Sumber : glenkirk.blogspot.com

Obat Asam Urat: Diet Rendah Kolesterol

Langkah untuk melakukan diet rendah kolesterol sebagai obat asam urat biasanya diambil oleh orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi maupun penderita penyakit jantung. Karena pada mekanismenya, kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah sehingga mengundang risiko serangan jantung.

Pada hakikatnya tubuh manusia masih membutuhkan kolesterol untuk pembentukan senyawa-senyawa yang memiliki inti sterol seperti vitamin D, hormon-hormon anabolik, serta empedu. Tujuan dari diet ini ialah untuk mencukupkan kadar kolesterol yang ada dalam darah, yang secara tidak langsung bersamaan dengan proses pengurangan berat badan.

Pada pelaku diet ini, cobalah untuk makan dalam porsi yang sedikit namun dengan frekuensi tinggi. Hindarilah makanan yang mengandung lemak jenuh, dimana pada umumnya lemak jenuh terdapat pada daging sapi, kambing, babi, susu full cream atau susu murni, jerohan, mentega, kuning telur, dan keju. Disamping bahaya lemak jenuh pada lemak hewani tersebut, masih terdapat ancaman yang dihindari dari lemak nabati, seperti halnya minyak kacang dan minyak kelapa sawit.

Bahan yang mengalami salah persepsi oleh jebakan trik pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan produsen minyak goreng. Masyarakat di perkenalkan oleh minyak goreng yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang tanah, minyak biji kapas, minyak kacang kedelai, minyak jagung dan minyak bunga matahari sekalipun.

Memang benar adanya minyak sayur yang berasal dari tumbuh-tumbuhan memiliki kandungan lemak tak jenuh dalam komposisi produknya, namun sedikit yang mengetahui bahwasanya lemak jenuh tetap akan muncul ketika sampai pada proses pencernaan manusia. Sedahsyat apapun minyak goreng tersebut mengklaim dirinya memiliki lemak tak jenuh, tetap saja, ketika masuk ke tubuh manusia, akibat reaksi proses pencernaan alamiah dengan kehadiran minyak goreng tersebut pada tubuh maka akan terformulasikan yang menghasilkan lemak jenuh jua.

Jadi intinya, kurangi makanan yang melalui proses goreng-gorengan. Jikapun sudah terlanjur mengonsumsi, imbangkan dengan berolahraga. Dengan harapan, lemak jenuh dapat terbakar habis menjadi energi.

Mulai pilihlah makanan yang tinggi karbohidrat atau banyak tepung dan serat seperti roti, beras, gandum. Konsumsi ayam tanpa kulit. untuk kebutuhan nutrisi pada daging, gantilah dengan putih telur. Kurangi pula makanan yang mengandung kaya gula, seperti es krim, cokelat, soft drink, gula-gula, dan lainnya.
Sumber : www.chaldean.org

Obat Asam Urat: Diet Purin

Pembatasan konsumsi zat purin sebagai obat asam urat dikhususkan bagi penderita gangguan asam urat. Dimana sedikit banyak gangguan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan pola makan. Diet rendah purin bertujuan untuk mengurangi makanan yang kaya akan kandungan purin seperti sarden, kangkung, jerohan, bayam sebagai obat asam urat. Jika pada kadar normal makanan sehari-hari ambang kandungan purin yang bisa ditoleransi adalah 600 – 1000 mg, maka pada program diet ini dibatasi berkisar pada 120 – 150 mg.

Dengan pembatasan kandungan purin sebagai obat asam urat tersebut, dapat menghasilkan penurunan kadar asam urat dalam darah dan melancarkan pengeluaran asam urat.

Diet untuk obat asam urat ini dapat dipermudah dengan melakukan kiat sederhana sebagai berikut :
  1. Mengonsumsi kalori, protein, mineral, dan vitamin sesuai dengan kebutuhan tubuh secukupnya.
  2. Dengan mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dapat membantu pengeluaran asam urat melalui air seni. Diperlukan zat karbohidrat kompleks yang baik dikonsumsi lebih dari 100g/hari. Adapun zat karbohidrat kompleks didapat pada singkong, roti, dan ubi
  3. Melakukan diet rendah lemak, karena lemak cenderung menjadi penghambat pengeluaran asam urat.
  4. Disamping diet rendah lemak, diperlukan pula diet rendah protein sebagai obat asam urat, karena kandungan protein dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Anjuran asupan protein disarankan pada penderita maksimal di kisaran 50-70 g/hari
  5. Guna membantu pengeluaran kelebihan asam urat serta mencegah pengendapan asam urat pada ginjal cobalah untuk meminum sedikitnya 2 hingga 3 liter/hari.
  6. Hindari mengonsumsi alkohol karena kandungan alkohol dapat menjadi penghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.

Sumber : www.daisydana.com



 

Penting untuk diketahui bahwa diet dilakukan tidak hanya sekedar mendapatkan postur tubuh yang ideal. Diet adalah cara mengatur pola makan untuk menjaga kesehatan tubuh. Postur tubuh ideal inilah yang menjadi salah satu ciri tubuh yang sehat. Tubuh yang terlalu kurus maupun yang terlalu gemuk, keduanya merupakan faktor risiko terjadinya penyakit. 
Penelitian dari American Dietetic Association, mengungkapkan, agar melakukan diet dengan sehat dan tepat. Diet sehat dengan makanan sehat tidak hanya mencakup pemilihan jenis makanan tetapi menkonsumsinya dengan waktu yang tepat. Agar tubuh dan pikiran saat diet tetap terjaga, serta mendapatkan asupan gizi yang cukup, berikut adalah syarat dasar diet sehat dan tepat;
  1. Tidak menyingkirkan golongan makanan tertentu
    Banyak orang melakukan diet dengan menyingkirkan makanan tertentu yang dianggap sebagai musuh diet. Padahal tubuh tetap membutuhkan keseimbangan nutrisi sekalipun saat diet. Baik karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, air dan oksigen sangat penting artinya buat tubuh kita.

  2. Tetap memperhatikan kebutuhan tubuh terhadap protein dan lemak
    Tubuh membutuhkan 30gram protein dalam sehari. Protein digunakan oleh tubuh untuk pembentukan dan pertumbuhan sel-sel tubuh. Tidak ada salahnya memakan daging, susu, padi-padian dan kacang-kacangan selama tidak berlebihan. Perhatikan jumlah lemak yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu 50 gram sehari. Tidak semua lemak itu jahat. Selain itu, banyak nutrisi yang bisa diserap tubuh jika terlarut dalam lemak.

  3. Jangan makan hanya pada saat lapar
    Makan saat lapar, ini adalah kaprah pola diet yang salah. Diet sehat tetap menganjurkan makan secara teratur dengan menu dan porsi cukup, agar perut tidak kosong sekali, dan kaget saat diberi makan pada waktu lapar.

    Jika menginginkan diet yang sehat, ada beberapa cara, diantaranya;

     1. Kenali tubuh sendiri
    Berhenti membandingkan dengan tubuh teman-teman yang langsing, karena setiap orang dilahirkan berbeda. Namun, dengan mengenal cara kerja tubuh sendiri, maka akan lebih mudah untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh tubuh.

    2. Makan secara teratur dengan menu dan porsi yang cukup
    Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang, hal ini akan membuat tubuh terbiasa dengan pola makan sehat dan teratur.

    3. Lebih banyak konsumsi buah dan sayur
    Orang langsing rata-rata makan lebih dari satu sajian buah dan makan lebih banyak serat dan kurang lemak dibanding orang-orang gemuk. Itu hasil dari penelitian yang dipublikasikan di Journal of the Amerian Dietetic Association.

    4. Jangan lupa sarapan pagi
    Mulailah hari dengan menu dan posri sarapan yang cukup. Ini akan membantu mengurangi asupan kalori di sepanjang sisa hari.

    5. Perbanyak minum air putih
    Cukupi kebutuhan air putih minimal 2 liter per hari atau setara dengan 8 gelas, lebih banyak maka lebih baik.

    6. Rutin berolahraga
    Berolahraga dipagi hari 10-15 menit sangat dianjurkan untuk diet sehat. Lakukan dengan olahraga sederhana saja seperti pemanasan atau peregangan.


Thursday, August 7, 2014

Apa yang Anda ketahui tentang Osteoartritis?
dr. Jessica Florencia

Seringkali kita lebih sering mendengar orang-orang menyebutnya dengan istilah rematik. Osteoartritis merupakan penyakit persendian yang paling banyak ditemukan. Pada osteoartritis terjadi penyempitan celah sendi karena rusaknya tulang rawan sendi yang dapat disertai dengan pertumbuhan tulang rawan dan tulang baru pada persendian. Hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan sendi dan rasa kaku pada persendian.
Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita, namun dapat juga terjadi pada pria, terutama pada usia di atas 40 tahun dan memiliki berat badan berlebih. Penyakit osteoartritis lebih sering menyerang para pria yang sering bekerja berat seperti pekerja konstruksi/mekanik, pekerja lapangan, dan mereka yang banyak bekerja secara fisik (mengangkat benda berat, menekuk lutut, aktivitas berulang-ulang). Olahragawan pria yang sering mengalami trauma pada persendian juga terancam menderita penyakit ini. Persendian yang paling sering mengalami masalah ini adalah sendi-sendi jari tangan, lutut dan panggul.

Lebih parah jika minum soda
Belum lama ini, sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr. Bing Lu, Phd, asisten profesor di fakultas kedokteran Harvard menunjukkan bahwa osteoartritis yang terjadi pada pria dapat menjadi lebih parah, jika pria tersebut sering mengonsumsi minuman manis bersoda.
Selain menyebabkan peningkatan berat badan, minuman manis bersoda ternyata menyebabkan proses penyakit osteoartritis pada pria menjadi semakin parah. Menariknya, hal ini tidak terjadi pada wanita. Penelitian yang dilakukan pada 2.149 pria dan wanita penderita osteoartritis ini menunjukkan bahwa pada pria yang mengonsumsi lebih dari 4 kaleng minuman manis bersoda dalam 1 minggu mengalami proses penyempitan celah sendi 2 kali lebih cepat. Namun, dalam penelitian ini, belum dapat diketahui faktor penyebab dan mekanisme yang mendasari perburukan yang osteoartritis yang lebih cepat terjadi karena minuman manis bersoda.

Apa yang dianjurkan?
Penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengetahui lebih jauh kebenaran dari hasil penelitian dr. Bing Lu ini. Masih banyak pertanyaan yang harus dijawab mengenai mekanisme jelas   efek minuman manis bersoda pada proses perjalanan penyakit osteoartritis. Bagi para pria, baik penderita osteoartritis maupun tidak, dianjurkan untuk mengatur frekuensi minum minuman manis bersoda dan menjaga berat badan dalam batas ideal. Jika ingin mengonsumsi minuman manis bersoda jangan sampai berlebihan. Konsumsilah makanan dan minuman yang sehat dan bergizi seimbang sehingga kesehatan lebih terjaga dan kualitas hidup menjadi lebih baik. (JF)

Stroke sampai saat ini memang masih merupakan penyakit yang menakutkan dan mengancam setiap orang. Data dari WHO 2011 menunjukkan bahwa di dunia, stroke merupakan penyebab kematian kedua (6.15 juta kematian per tahun / 10.8%) setelah penyakit jantung (7.25 juta kematian per tahun / 12.8 %). Bahkan stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan utama pada tubuh manusia.
Belakangan ini sering terjadi stroke menyerang mereka yang berusia relatif muda. Hal itu terlihat dari data yang berhasil dihimpun pada tahun 2004 oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang menyebutkan bahwa penderita stroke yang masih relatif muda dan produktif di negeri kita mencapai 18.5 %.
Stroke terjadi karena adanya penyumbatan atau perdarahan di pembuluh darah otak. Stroke akibat adanya penyumbatan biasanya melanda mereka yang mengidap kencing manis, penyakit jantung, kolesterol tinggi, stress, dan sebagainya. Sedangkan stroke akibat perdarahan menyerang mereka yang mengidap hipertensi, tumor otak, aneurisma, penyakit darah ( leukemia, anemia), kelainan bentuk pembuluh darah otak, dan sebagainya
Untuk mencegah kemungkinan terserang stroke,bagi yang sehat sedini mungkin sebaiknya menjalankan pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan yang rendah kolesterol, tidur cukup, tidak stress, juga berolahraga teratur. Olah raga dan pola hidup sehat dapat memperbaiki penyakit-penyakit yang dapat mencetuskan stroke. Namun, yang lebih penting lagi adalah secara rutin melakukan skrining pemeriksaan darah di laboratorium. Skrining ini perlu dilakukan karena bila terjadi kelainan seperti meningkatnya kolestrol atau kadar gula dalam tubuh, dan sebagainya, dapat segera diketahui sehingga kita dapat melakukan antisipasi sesuai petunjuk dokter agar terhindar dari penyakit yang dapat memicu terjadinya stroke.
Sedangkan bagi mereka yang telah mengidap penyakit seperti tersebut di atas, apalagi disertai dengan keluhan kesemutan, pingsan sejenak (blackout), lumpuh (baik yang kemudian pulih maupun menetap), pusing (vertigo) muntah, kejang, menurunnya tingkat kesadaran, dan gejala saraf lain yang tidak biasa, dalam pemeriksaannya perlu dilakukan deteksi menggunakan peralatan radiologi seperti MRI, MRA, CT Scan, CT Angiografi dan sebagainya, sehingga bila diketahui ada kelainan pada pembuluh darah otak (misalnya kelainan pembuluh darah bawaan lahir: AVM, aneurisma, dan sebagainya) dapat segera ditangani sesuai diagnosanya.
Yang pasti sebagian besar stroke dapat dihindarkan dengan cara mendeteksi faktor pencetusnya , yang kemudian dilanjutkan dengan penanganan yang baik dan benar. Apabila stroke sudah terjadi, deteksi stroke tetap diperlukan dan penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat setelah diagnosanya diperoleh. Hal ini sangat penting untuk memperkecil risiko kematian dan mengurangi risiko kecacatan yang mungkin timbul.
Akhir-akhir ini di rumah sakit-rumah sakit besar sering dianjurkan untuk pemeriksaan skrining (general check up) stroke bagi segala usia. Hal ini sangat baik untuk pemeriksaan kelainan di luar tengkorak. Apabila menjumpai gejala saraf yang lain daripada keadaan biasa sebaiknya segera dikonsulkan ke dokter ahlinya untuk mencari penyebabnya.
- See more at: http://www.pilihdokter.com/id/blog/deteksi-dini-stroke#sthash.kE44xwQR.dpuf
Stroke sampai saat ini memang masih merupakan penyakit yang menakutkan dan mengancam setiap orang. Data dari WHO 2011 menunjukkan bahwa di dunia, stroke merupakan penyebab kematian kedua (6.15 juta kematian per tahun / 10.8%) setelah penyakit jantung (7.25 juta kematian per tahun / 12.8 %). Bahkan stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan utama pada tubuh manusia.
Belakangan ini sering terjadi stroke menyerang mereka yang berusia relatif muda. Hal itu terlihat dari data yang berhasil dihimpun pada tahun 2004 oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang menyebutkan bahwa penderita stroke yang masih relatif muda dan produktif di negeri kita mencapai 18.5 %.
Stroke terjadi karena adanya penyumbatan atau perdarahan di pembuluh darah otak. Stroke akibat adanya penyumbatan biasanya melanda mereka yang mengidap kencing manis, penyakit jantung, kolesterol tinggi, stress, dan sebagainya. Sedangkan stroke akibat perdarahan menyerang mereka yang mengidap hipertensi, tumor otak, aneurisma, penyakit darah ( leukemia, anemia), kelainan bentuk pembuluh darah otak, dan sebagainya
Untuk mencegah kemungkinan terserang stroke,bagi yang sehat sedini mungkin sebaiknya menjalankan pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan yang rendah kolesterol, tidur cukup, tidak stress, juga berolahraga teratur. Olah raga dan pola hidup sehat dapat memperbaiki penyakit-penyakit yang dapat mencetuskan stroke. Namun, yang lebih penting lagi adalah secara rutin melakukan skrining pemeriksaan darah di laboratorium. Skrining ini perlu dilakukan karena bila terjadi kelainan seperti meningkatnya kolestrol atau kadar gula dalam tubuh, dan sebagainya, dapat segera diketahui sehingga kita dapat melakukan antisipasi sesuai petunjuk dokter agar terhindar dari penyakit yang dapat memicu terjadinya stroke.
Sedangkan bagi mereka yang telah mengidap penyakit seperti tersebut di atas, apalagi disertai dengan keluhan kesemutan, pingsan sejenak (blackout), lumpuh (baik yang kemudian pulih maupun menetap), pusing (vertigo) muntah, kejang, menurunnya tingkat kesadaran, dan gejala saraf lain yang tidak biasa, dalam pemeriksaannya perlu dilakukan deteksi menggunakan peralatan radiologi seperti MRI, MRA, CT Scan, CT Angiografi dan sebagainya, sehingga bila diketahui ada kelainan pada pembuluh darah otak (misalnya kelainan pembuluh darah bawaan lahir: AVM, aneurisma, dan sebagainya) dapat segera ditangani sesuai diagnosanya.
Yang pasti sebagian besar stroke dapat dihindarkan dengan cara mendeteksi faktor pencetusnya , yang kemudian dilanjutkan dengan penanganan yang baik dan benar. Apabila stroke sudah terjadi, deteksi stroke tetap diperlukan dan penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat setelah diagnosanya diperoleh. Hal ini sangat penting untuk memperkecil risiko kematian dan mengurangi risiko kecacatan yang mungkin timbul.
Akhir-akhir ini di rumah sakit-rumah sakit besar sering dianjurkan untuk pemeriksaan skrining (general check up) stroke bagi segala usia. Hal ini sangat baik untuk pemeriksaan kelainan di luar tengkorak. Apabila menjumpai gejala saraf yang lain daripada keadaan biasa sebaiknya segera dikonsulkan ke dokter ahlinya untuk mencari penyebabnya.
- See more at: http://www.pilihdokter.com/id/blog/deteksi-dini-stroke#sthash.kE44xwQR.dpuf
Stroke sampai saat ini memang masih merupakan penyakit yang menakutkan dan mengancam setiap orang. Data dari WHO 2011 menunjukkan bahwa di dunia, stroke merupakan penyebab kematian kedua (6.15 juta kematian per tahun / 10.8%) setelah penyakit jantung (7.25 juta kematian per tahun / 12.8 %). Bahkan stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan utama pada tubuh manusia.
Belakangan ini sering terjadi stroke menyerang mereka yang berusia relatif muda. Hal itu terlihat dari data yang berhasil dihimpun pada tahun 2004 oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang menyebutkan bahwa penderita stroke yang masih relatif muda dan produktif di negeri kita mencapai 18.5 %.
Stroke terjadi karena adanya penyumbatan atau perdarahan di pembuluh darah otak. Stroke akibat adanya penyumbatan biasanya melanda mereka yang mengidap kencing manis, penyakit jantung, kolesterol tinggi, stress, dan sebagainya. Sedangkan stroke akibat perdarahan menyerang mereka yang mengidap hipertensi, tumor otak, aneurisma, penyakit darah ( leukemia, anemia), kelainan bentuk pembuluh darah otak, dan sebagainya
Untuk mencegah kemungkinan terserang stroke,bagi yang sehat sedini mungkin sebaiknya menjalankan pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan yang rendah kolesterol, tidur cukup, tidak stress, juga berolahraga teratur. Olah raga dan pola hidup sehat dapat memperbaiki penyakit-penyakit yang dapat mencetuskan stroke. Namun, yang lebih penting lagi adalah secara rutin melakukan skrining pemeriksaan darah di laboratorium. Skrining ini perlu dilakukan karena bila terjadi kelainan seperti meningkatnya kolestrol atau kadar gula dalam tubuh, dan sebagainya, dapat segera diketahui sehingga kita dapat melakukan antisipasi sesuai petunjuk dokter agar terhindar dari penyakit yang dapat memicu terjadinya stroke.
Sedangkan bagi mereka yang telah mengidap penyakit seperti tersebut di atas, apalagi disertai dengan keluhan kesemutan, pingsan sejenak (blackout), lumpuh (baik yang kemudian pulih maupun menetap), pusing (vertigo) muntah, kejang, menurunnya tingkat kesadaran, dan gejala saraf lain yang tidak biasa, dalam pemeriksaannya perlu dilakukan deteksi menggunakan peralatan radiologi seperti MRI, MRA, CT Scan, CT Angiografi dan sebagainya, sehingga bila diketahui ada kelainan pada pembuluh darah otak (misalnya kelainan pembuluh darah bawaan lahir: AVM, aneurisma, dan sebagainya) dapat segera ditangani sesuai diagnosanya.
Yang pasti sebagian besar stroke dapat dihindarkan dengan cara mendeteksi faktor pencetusnya , yang kemudian dilanjutkan dengan penanganan yang baik dan benar. Apabila stroke sudah terjadi, deteksi stroke tetap diperlukan dan penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat setelah diagnosanya diperoleh. Hal ini sangat penting untuk memperkecil risiko kematian dan mengurangi risiko kecacatan yang mungkin timbul.
Akhir-akhir ini di rumah sakit-rumah sakit besar sering dianjurkan untuk pemeriksaan skrining (general check up) stroke bagi segala usia. Hal ini sangat baik untuk pemeriksaan kelainan di luar tengkorak. Apabila menjumpai gejala saraf yang lain daripada keadaan biasa sebaiknya segera dikonsulkan ke dokter ahlinya untuk mencari penyebabnya.
- See more at: http://www.pilihdokter.com/id/blog/deteksi-dini-stroke#sthash.kE44xwQR.dpuf
Stroke sampai saat ini memang masih merupakan penyakit yang menakutkan dan mengancam setiap orang. Data dari WHO 2011 menunjukkan bahwa di dunia, stroke merupakan penyebab kematian kedua (6.15 juta kematian per tahun / 10.8%) setelah penyakit jantung (7.25 juta kematian per tahun / 12.8 %). Bahkan stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan utama pada tubuh manusia.
Belakangan ini sering terjadi stroke menyerang mereka yang berusia relatif muda. Hal itu terlihat dari data yang berhasil dihimpun pada tahun 2004 oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang menyebutkan bahwa penderita stroke yang masih relatif muda dan produktif di negeri kita mencapai 18.5 %.
Stroke terjadi karena adanya penyumbatan atau perdarahan di pembuluh darah otak. Stroke akibat adanya penyumbatan biasanya melanda mereka yang mengidap kencing manis, penyakit jantung, kolesterol tinggi, stress, dan sebagainya. Sedangkan stroke akibat perdarahan menyerang mereka yang mengidap hipertensi, tumor otak, aneurisma, penyakit darah ( leukemia, anemia), kelainan bentuk pembuluh darah otak, dan sebagainya
Untuk mencegah kemungkinan terserang stroke,bagi yang sehat sedini mungkin sebaiknya menjalankan pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan yang rendah kolesterol, tidur cukup, tidak stress, juga berolahraga teratur. Olah raga dan pola hidup sehat dapat memperbaiki penyakit-penyakit yang dapat mencetuskan stroke. Namun, yang lebih penting lagi adalah secara rutin melakukan skrining pemeriksaan darah di laboratorium. Skrining ini perlu dilakukan karena bila terjadi kelainan seperti meningkatnya kolestrol atau kadar gula dalam tubuh, dan sebagainya, dapat segera diketahui sehingga kita dapat melakukan antisipasi sesuai petunjuk dokter agar terhindar dari penyakit yang dapat memicu terjadinya stroke.
Sedangkan bagi mereka yang telah mengidap penyakit seperti tersebut di atas, apalagi disertai dengan keluhan kesemutan, pingsan sejenak (blackout), lumpuh (baik yang kemudian pulih maupun menetap), pusing (vertigo) muntah, kejang, menurunnya tingkat kesadaran, dan gejala saraf lain yang tidak biasa, dalam pemeriksaannya perlu dilakukan deteksi menggunakan peralatan radiologi seperti MRI, MRA, CT Scan, CT Angiografi dan sebagainya, sehingga bila diketahui ada kelainan pada pembuluh darah otak (misalnya kelainan pembuluh darah bawaan lahir: AVM, aneurisma, dan sebagainya) dapat segera ditangani sesuai diagnosanya.
Yang pasti sebagian besar stroke dapat dihindarkan dengan cara mendeteksi faktor pencetusnya , yang kemudian dilanjutkan dengan penanganan yang baik dan benar. Apabila stroke sudah terjadi, deteksi stroke tetap diperlukan dan penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat setelah diagnosanya diperoleh. Hal ini sangat penting untuk memperkecil risiko kematian dan mengurangi risiko kecacatan yang mungkin timbul.
Akhir-akhir ini di rumah sakit-rumah sakit besar sering dianjurkan untuk pemeriksaan skrining (general check up) stroke bagi segala usia. Hal ini sangat baik untuk pemeriksaan kelainan di luar tengkorak. Apabila menjumpai gejala saraf yang lain daripada keadaan biasa sebaiknya segera dikonsulkan ke dokter ahlinya untuk mencari penyebabnya.
- See more at: http://www.pilihdokter.com/id/blog/deteksi-dini-stroke#sthash.kE44xwQR.dpuf
Stroke sampai saat ini memang masih merupakan penyakit yang menakutkan dan mengancam setiap orang. Data dari WHO 2011 menunjukkan bahwa di dunia, stroke merupakan penyebab kematian kedua (6.15 juta kematian per tahun / 10.8%) setelah penyakit jantung (7.25 juta kematian per tahun / 12.8 %). Bahkan stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan utama pada tubuh manusia.
Belakangan ini sering terjadi stroke menyerang mereka yang berusia relatif muda. Hal itu terlihat dari data yang berhasil dihimpun pada tahun 2004 oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang menyebutkan bahwa penderita stroke yang masih relatif muda dan produktif di negeri kita mencapai 18.5 %.
Stroke terjadi karena adanya penyumbatan atau perdarahan di pembuluh darah otak. Stroke akibat adanya penyumbatan biasanya melanda mereka yang mengidap kencing manis, penyakit jantung, kolesterol tinggi, stress, dan sebagainya. Sedangkan stroke akibat perdarahan menyerang mereka yang mengidap hipertensi, tumor otak, aneurisma, penyakit darah ( leukemia, anemia), kelainan bentuk pembuluh darah otak, dan sebagainya
Untuk mencegah kemungkinan terserang stroke,bagi yang sehat sedini mungkin sebaiknya menjalankan pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan yang rendah kolesterol, tidur cukup, tidak stress, juga berolahraga teratur. Olah raga dan pola hidup sehat dapat memperbaiki penyakit-penyakit yang dapat mencetuskan stroke. Namun, yang lebih penting lagi adalah secara rutin melakukan skrining pemeriksaan darah di laboratorium. Skrining ini perlu dilakukan karena bila terjadi kelainan seperti meningkatnya kolestrol atau kadar gula dalam tubuh, dan sebagainya, dapat segera diketahui sehingga kita dapat melakukan antisipasi sesuai petunjuk dokter agar terhindar dari penyakit yang dapat memicu terjadinya stroke.
Sedangkan bagi mereka yang telah mengidap penyakit seperti tersebut di atas, apalagi disertai dengan keluhan kesemutan, pingsan sejenak (blackout), lumpuh (baik yang kemudian pulih maupun menetap), pusing (vertigo) muntah, kejang, menurunnya tingkat kesadaran, dan gejala saraf lain yang tidak biasa, dalam pemeriksaannya perlu dilakukan deteksi menggunakan peralatan radiologi seperti MRI, MRA, CT Scan, CT Angiografi dan sebagainya, sehingga bila diketahui ada kelainan pada pembuluh darah otak (misalnya kelainan pembuluh darah bawaan lahir: AVM, aneurisma, dan sebagainya) dapat segera ditangani sesuai diagnosanya.
Yang pasti sebagian besar stroke dapat dihindarkan dengan cara mendeteksi faktor pencetusnya , yang kemudian dilanjutkan dengan penanganan yang baik dan benar. Apabila stroke sudah terjadi, deteksi stroke tetap diperlukan dan penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat setelah diagnosanya diperoleh. Hal ini sangat penting untuk memperkecil risiko kematian dan mengurangi risiko kecacatan yang mungkin timbul.
Akhir-akhir ini di rumah sakit-rumah sakit besar sering dianjurkan untuk pemeriksaan skrining (general check up) stroke bagi segala usia. Hal ini sangat baik untuk pemeriksaan kelainan di luar tengkorak. Apabila menjumpai gejala saraf yang lain daripada keadaan biasa sebaiknya segera dikonsulkan ke dokter ahlinya untuk mencari penyebabnya.
- See more at: http://www.pilihdokter.com/id/blog/deteksi-dini-stroke#sthash.kE44xwQR.dpuf

Saturday, April 12, 2014

Wahh.. Senin depan ternyata udah UTS, ngga nyangka udah di pertengahan semester 2. Cepet bangeeet...
Sekarang, sabtu tanggal 12 April 2014. Aku lagi pengen-pengennya punya tablet atau smartphone android. Udah minta sih sama ibu, tapi belum dikasih-kasih. Pengen ngejar performance discount dari oriflame, tapi minggu depan udah UTS. Takut ntar nilai utsnya amburadul, ntar malah ga boleh oriflame-an kan jadi berabe..

Gimana ya ? masa nunggu bulan depan. Kalo emang terpaksa nunggu bulan depan, berarti habis UTS aku harus bener kerja sekeras dan secerdas mungkin biar jaringan ku berkembang dan menghasilkan poin tentunya... :) Sampe sekarang sih udah ada 3 orang yang pasti mau gabung oriflame. Tinggal gimana caraku membina dan mensupport 3 orang temanku ini biar bisa berkembang, sehingga di bulan depan aku dan teman2 di jaringanku bisa berhasil dan mempunyai performance discount.


Sumpaaaaaah, pengen banget punya smartphone atau tablet :(
Ya allah, mampukan lah saya untuk memiliki uang dari Oriflame biar bisa beli smartphone atau tablet di bulan depan.. Aaaamiiin :)

------ Oke ganti topik -----


Ganti topik apa ya ? Soale aku lagi pengen cerita itu tentang smartphone...

Eh, aku mau cerita satu ini nih...
Jadi sebenere tuh aku males banget buat seragam-seragam gitu. Alesannya ya eman-eman uange, lagi di irit-irit buat di puter buat bisnis oriflame malah pada ngusulin seragam angkatan atau apalah...

----------------------------

Sumpah ih, pengen banget naik level di oriflame dan naik juga performance discount-nya.. aku pengen banget tupo buat kebutuhan pribadi 50 % dan jualan 50 %. Tapi untuk sekarang ini kan aku belum kuat modalnya, jadi masih ngandalin jualan.. Malu ? iya... Di ejek ? Iyaaaa... Cape ? iyaaaa..... tapi aku yakin kok, suatu saat aku pasti bisa nyampe di title titisanku dan titisan semua orang yang ikut oriflame ASAL aku tetep konsisten rekrut, tupo, dan binaaaa...

Ya allah, mampukan lah saya untuk bebas finansial dari bisnis oriflame dan bisa membantu temen-temen ku yang kekurangan..... Aaaamiiin :)

Udah ah ngetiknya, bingung mau cerita apalagi saking banyaknya yang mau di ceritain :D

Pokoknya, kalo butuh duit atau pengen jualan atau pengen punya kosmetik (sabun, parfum, dll) dengan harga miring tapi berkualitas bisa langsung hubungi aku di 089671995017 (Fatah) ==> teuteup promosi :D